Kalbe Tingkatkan Kesehatan Berkelanjutan Melalui Ekosistem DTS

Kalbe Tingkatkan Kesehatan Berkelanjutan Melalui Ekosistem DTS
Kalbe terus perluas akses edukasi diabetes di Indonesia-Kalbe Corporate Sustainability-

Jakarta (29 Juli 2026) - Prevalensi diabetes di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2025 mencapai 11,7% dari populasi usia di atas 15 tahun. Dengan kata lain, jumlah penderita diabetes mencapai lebih dari 20 juta orang. Ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kasus diabetes terbanyak kelima di dunia. Peningkatan kasus diabetes tidak hanya terjadi pada kelompok lansia, namun juga masyarakat usia produktif akibat pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. 

Melihat hal tersebut, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dengan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, berinisiatif meningkatkan kesadaran diabetes masyarakat dengan kegiatan edukasi, deteksi dini serta penyediaan akses layanan kesehatan kepada berbagai lapisan masyarakat. 

Inisiatif ini dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi dalam payung Ekosistem Diabetes Total Solution (DTS). Ekosistem DTS mengintegrasikan solusi pencegahan, deteksi dan penanganan diabetes di antara produk Grup Kalbe, termasuk di antaranya: Diabetasol, Elvasense, Produk Insulin dan produk pengobatan diabetes.

“Kalbe terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan edukasi dan peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan, khususnya melawan diabetes. Kami bergerak melakukan edukasi di sejumlah wilayah di penjuru Indonesia dengan satu kesadaran, Diabetes merupakan ibu dari berbagai penyakit,” jelas Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability Kalbe. 

Hingga Juli 2026, Kalbe telah melangsungkan edukasi dan deteksi dini diabetes kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk di wilayah tertinggal seperti: Tapanuli, Sumatera Utara; Pandeglang, Banten; Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat; Semarang, Jawa Tengah; Daerah Istimewa Yogyakarta; Kendari, Sulawesi Tenggara hingga Kabupaten Ngada, NTT.

Dalam menjalankan upaya ini, Kalbe turut membangun kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, seperti: akademisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah serta unsur masyarakat lainnya.

“Mitra dalam kegiatan DTS menyambut dengan amat baik kolaborasi dengan Kalbe. Melalui jalinan kolaborasi yang terjalin, kami mampu meningkatkan jangkauan masyarakat guna meningkatkan kesadaran bahaya diabetes,” tambah Abi. 

Menutup pernyataannya, Abi juga menegaskan perlunya peningkatan kesehatan untuk mencapai kehidupan yang lebih keberlanjutan. 

“Karena kesehatan merupakan aspek utama pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini sejalan dengan misi Kalbe, meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik,” tutup Abi. 

Koneksi Lebih Banyak
Kami selalu mencari cara untuk terhubung dengan pihak-pihak yang memiliki
minat yang sama terhadap masa depan yang berkelanjutan.
Kontak Kami
Hubungi Tim CSR Kalbe
Kontak Kami