Kendari (27 April 2026) – PT Kalbe Farma Tbk o(Kalbe) terus mendukung Masyarakat yang sehat melalui dukungan program Semarak Dirgantara yang berlangsung tanggal 22 – 27 April 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kalbe berkolaborasi dengan sejumlah pihak, seperti: TNI Angkatan Udara (AU), Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, RSUD Bahteramas Kendari, Puskesmas Poasia Wundumbatu, akademisi, tenaga kesehatan, dan unsur Masyarakat.
Tingkat prevalensi diabetes di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada penduduk usia ≥15 tahun mencapai 11,7%, meningkat dibandingkan 10,9% pada 2018. Sementara, secara internasional, International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2024 menunjukkan bahwa sekitar 20,4 juta penduduk usia 20–79 tahun di Indonesia hidup dengan diabetes, dengan prevalensi mencapai sekitar 11,3% atau lebih dari 1 dari 9 orang dewasa.
Melalui ekosistem Diabetes Total Solution (DTS), Kalbe mendorong ekosistem penanganan diabetes yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kontribusi ekosistem DTS untuk mendukung pencegahan dan pengobatan diabetes Nampak melalui sejumlah upaya. Pertama, edukasi gaya hidup sehat untuk mencegah diabetes. Kedua, melalui deteksi dini untuk mengidentifikasi Risiko diabetes sejak awal. Ketiga, penyediaan obat-obatan dan perawatan medis yang berkualitas. Keempat, konsumsi produk nutrisi khusus untuk membantu menjaga kadar gula darah. Kelima, pendampingan bagi pasien agar dapat mengelola kondisinya secara mandiri.
Medical Executive Kalbe dr. Riesta Hanjani mengatakan bahwa masih banyak Masyarakat yang belum terpapar edukasi diabetes.
"Masih banyak yang tidak pernah cek gula darah. Ada juga yang sudah periksa, tapi tidak berobat. Mereka kurang edukasi. Mereka bingung, tidak tahu kalau gula darah tinggi jadi faktor tidak bisa operasi katarak. Harus dilakukan edukasi, menjalani pengobatan, kontrol makanan," jelas dr. Riesta.
Dr. Riesta juga menjelaskan, banyak masyarakat memiliki kadar gula darah tinggi yang pada akhirnya menyebabkan sejumlah komplikasi.
“Sebagaimana temuan kami pada skrining gula darah sebelum operasi katarak. Banyak pasien yang ditemukan memiliki gula darah tinggi, sehingga operasi tidak dapat dilanjutkan,” tambah dr. Riesta.
Langkah penanganan diabetes melalui ekosistem DTS juga bentuk komitmen Kalbe dalam mendukung semangat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Undang-Undang ini menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai sektor dalam Upaya pengendalian penyakit tidak menular (PTM).
"Melalui ekosistem DTS, Kalbe berharap dapat membantu mengurangi beban sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan kualitas hidup para penyandang diabetes di Indonesia," kata SFD Arie Wibowo, Assistant Manager Corporate Sustainability Kalbe.
Sementara Abi Nisaka, Head of Corporate Sustainability Kalbe mengatakan, inisiatif DTS sebagai implementasi nyata komitmen keberlanjutan Kalbe Bersama Sehatkan Bangsa.
"Dengan memperluas akses kesehatan dan edukasi, Kalbe berupaya menciptakan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas demi mencapai Indonesia yang lebih sehat," jelas Abi.
Disamping edukasi dan dukungan diabetes, Kalbe turut melangsungkan program akses Kesehatan, seperti pemeriksaan mata gratis, pembagian kacamata kepada siswa sekolah setempat, operasi katarak, edukasi stunting dan Kesehatan mental.