Jakarta, 11 Maret 2026 – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menyerahkan donasi 65.000 Tes Reagen TB PCR INDIGEN kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Donasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Kalbe terhadap program nasional percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia. Pemerintah menargetkan eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030 melalui penguatan deteksi dini dan pengobatan tepat. Kalbe pun berkomitmen berkontribusi dalam mewujudkan target tersebut melalui inovasi diagnostik yang akurat dan cepat.
Indonesia termasuk negara dengan beban tuberkulosis tinggi di dunia, yakni posisi kedua setelah India. Berdasarkan data Global TB Report 2024, estimasi 382 kasus TB per 100.000 penduduk Indonesia atau sekitar 1,08 juta kasus. Bahkan setiap tahunnya, ditemukan 118.000 kasus kematian atau setara dengan 14 kematian setiap jamnya. Lantaran demikian, deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan dan mempercepat pengobatan. Upaya eliminasi perlu dilakukan melalui perluasan skrining aktif dan peningkatan pemeriksaan berbasis PCR (Polymerase chain reaction). Metode ini lebih akurat dan mampu mendeteksi kasus lebih awal. Dengan pemeriksaan yang tepat, keberhasilan terapi dapat meningkat secara signifikan.
“Donasi 65.000 Tes Reagen PCR TB INDIGEN ini merupakan komitmen Kalbe untuk mendukung percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia. Kami percaya bahwa deteksi dini yang akurat adalah kunci untuk menekan penularan dan meningkatkan keberhasilan terapi. Dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang baik serta kemampuan mendeteksi empat target gen sekaligus, INDIGEN membantu klinisi menentukan pengobatan yang tepat sejak awal. Produk ini juga merupakan inovasi anak bangsa dengan TKDN di atas 40 persen, sehingga mendukung kemandirian kesehatan nasional. Sesuai dengan tagline resmi kegiatan kami, yaitu pemeriksaan tepat, obat tepat, pasti sehat,” ujar Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulialie.
Kalbe meyakini bahwa kolaborasi antara industri dan pemerintah merupakan faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan nasional. Melalui donasi ini, Kalbe ingin memperkuat sinergi dalam meningkatkan akses layanan diagnostik berkualitas. Pemanfaatan mesin PCR yang telah tersedia di berbagai laboratorium akan mempercepat implementasi pemeriksaan. Langkah ini sekaligus mengoptimalkan aset kesehatan yang telah dimiliki negara. Dengan dukungan bersama, target eliminasi tuberkulosis 2030 semakin realistis untuk dicapai.
“Donasi ini bukan hanya tentang jumlah tes, tetapi tentang dampak yang dihasilkan bagi masyarakat. Kalbe berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang berdampak nyata bagi Indonesia. Komitmen ini akan terus kami jaga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial Kalbe. Kami berharap semakin banyak kasus tuberkulosis yang dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani secara tepat,” tutur Mulialie.
Kementerian Kesehatan RI menyambut baik kontribusi Kalbe dalam mendukung program eliminasi tuberkulosis. Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas testing dan perluasan skrining aktif di berbagai wilayah. Dukungan dari sektor industri kesehatan dapat membantu mempercepat pencapaian target nasional. Pemeriksaan molekuler berbasis PCR menjadi salah satu strategi utama dalam menemukan kasus secara cepat dan akurat. Dengan deteksi yang lebih baik, pengobatan dapat diberikan lebih dini dan tepat sasaran.
Percepatan eliminasi TB berkaitan erat dengan peningkatan pencatatan dan pelaporan kasus TB dengan metode active case finding. Produk Indigen TB PCR yang telah terintegrasi ke dalam SITB (Sistem Informasi Tuberkulosis) akan memudahkan pelaporan dan memastikan data kasus dapat dikelola secara akurat dan real-time oleh pemerintah.
Donasi Tes Reagen PCR TB INDIGEN tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemeriksaan tuberkulosis berbasis PCR di berbagai daerah. Selain itu, donasi ini juga memperkuat kapasitas laboratorium nasional dalam melakukan pengujian molekuler. Infrastruktur mesin PCR yang telah tersedia pasca-pandemi COVID-19 dapat dimanfaatkan kembali secara optimal.
Tes Reagen PCR TB INDIGEN dikembangkan dan diproduksi di Indonesia oleh PT KalGen DNA, anak perusahaan Kalbe di bidang diagnostik molekuler. Produk ini memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen. Hal ini mendukung kemandirian industri kesehatan nasional dan kebijakan pemerintah dalam penggunaan produk dalam negeri. Inovasi ini juga menunjukkan kemampuan anak bangsa dalam mengembangkan teknologi kesehatan yang kompetitif. Dengan produksi dalam negeri, distribusi dan implementasi dapat dilakukan lebih cepat dan luas.
Keunggulan INDIGEN TB PCR terletak pada kemampuannya mendeteksi empat target sekaligus. Di antaranya, mycobacterium tuberculosis, nontuberculous mycobacteria, resistensi rifampisin, dan resistensi isoniazid. Dengan kemampuan tersebut, klinisi dapat menentukan terapi yang paling tepat sejak awal. Produk ini bahkan memiliki sensitivitas sebesar 94,12 persen dan spesifisitas sebesar 98,36 persen berdasarkan lebih dari 700 sampel populasi Indonesia. Evaluasi Kementerian Kesehatan pun menunjukkan hasil kinerja klinis yang sangat baik.